Selasa, 01 Oktober 2019

Arti Filosofis Dari Nasi Tumpeng

Dalam banyak perayaan hari hari spesial biasa nya banyak yang  Pesan Nasi Tumpeng. Tahukah Ibu, jika sekarang sebetulnya nasi tumpeng berubah peranan jadi lambang satu perayan, baik itu perayaan keagamaan, tradisi, ulang tahun, sampai menyongsong musim, kedatangan nasi tumpeng belum pernah mangkir.



Walau sebenarnya awalannya, nasi tumpeng dibikin untuk memuliakan gunung jadi tempat bersemayam beberapa arwah leluhur (nenek moyang). Karena tumpeng erat hubungannya dengan kondisi alam Indonesia yang banyak dipenuhi gunung berapi. Walau demikian, dulu serta saat ini kedatangan nasi tumpeng masih sama, yaitu jadi perwujudan rasa terima kasih pada Tuhan Yang Maha Kuasa.

Nasi tumpeng tidak cuma sebatas makanan dengan penampilan yang menarik serta rasa yang lezat. Kedatangan nasi berupa kerucut yang dibarengi lauk pauk pilihan ini, demikian sarat arti filosofis yang indah. Seperti yang diterangkan oleh Dr. Ari Presetiyo, SS,MSi, dosen Sastra Jawa di Kampus Indonesia, menurut dia nasi tumpeng adalah bentuk representasi jalinan di antara Tuhan dengan manusia serta manusia dengan sesamanya.

Dengan etimologi dalam warga Jawa, diketemukan jika kata 'tumpeng' adalah akronim dari kalimat 'yen meTu kudu meMPENG'," yang bermakna "saat keluar harus serius semangat".

"Mungkin tujuannya ialah manusia saat terlahir harus jalani kehidupan di jalan Tuhan dengan semangat, meyakini, konsentrasi, tidak gampang putus harapan. dalam proses itu semua, yakinlah jika Tuhan ada bersama dengan kita," jelas Dr. Ari.

Karena itu tidak bingung bila nasi tumpeng mempunyai bentuk kerucut yang merepresentasi ide ketuhanan dengan suatu hal yang besar serta tinggi, serta ada di pucuk. Diluar itu, bentuk yang menjulang ke atas melambangkan keinginan supaya tingkat kehidupan manusia makin ‘tinggi’ alias sejahtera.

Nasi kerucut ini diatur di atas tampah yang beralas daun pisang. Di sekitarnya tersaji lauk-pauk sejumlah 7 jenis. Angka 7 dalam bahasa Jawa bermakna pitu. Angka pitu ini artinyapitulungan (pertolongan). Tidak cuma bentuk saja, penyajian nasi tumpeng dan lauk pelengkapnya mempunyai filosofi serta arti tersendiri. Di bawah ini arti dari tiap lauk pauk yang ada pada tiap sajian nasi tumpeng.

1. Nasi putih

Dulu, nasi tumpeng umumnya dibikin dari nasi putih. Walau sekarang tumpeng telah mempunyai macam tersendiri, dari mulai nasi uduk sampai nasi kuning. Nasi putih yang berupa kerucut melambangkan suatu hal yang kita makan harusnya datang dari sumber yang bersih serta halal.

2. Ayam

Ayam yang biasa dipakai pada nasi tumpeng ialah ayam jantan atau ayam jago. Penentuan ayam jago memiliki arti menghindarkan sifat-sifat jelek ayam jago, seperti sombong, takabur, tetap menyela saat bicara, serta tetap merasakan benar sendiri.

3. Ikan Lele

Tidak cuma ayam, sebetulnya nasi tumpeng diperlengkapi dengan ikan lele. Walau sekarang banyak orang pilih type ikan lain jadi lauk nasi tumpeng, sebab bentuk ikan lele yang kurang demikian menarik. Ikan lele jadi lambang dari ketabahan serta keuletan dalam kehidupan. Karena ikan lele dapat bertahan hidup di air yang tidak mengalir serta di basic sungai.

4. Ikan teri

Ikan teri biasa diberikan dalam sajian nasi tumpeng. Ikan teri dalam nasi tumpeng mempunyai arti kebersamaan serta kerukunan, karena ikan teri tetap hidup bergerombol di laut.

5. Telur

Telur jadi lauk pauk penting serta mempunyai arti yang pada dalam nasi tumpeng. Telur jadi perlambang bila manusia dibuat dengan fitrah yang sama. Telur yang biasa dipakai umumnya telur rebus yang dipindang serta diberikan utuh dengan kulitnya. Hingga untuk mengkonsumsinya, Ibu harus kupas telur terlebih dulu. Ini melambangkan, jika semua aksi harus diperkirakan terlebih dulu (dikupas), ditangani sesuai dengan gagasan serta dievaluasi untuk memperoleh hasil yang prima.

6. Sayur Urab

Tidak hanya lauk pauk, pelengkap yang lain yang tidak bisa ketinggalan ialah sayur urab. Umumnya terbagi dalam kangkung, bayam, kacang panjang, taoge, dengan bumbu urab yang dibuat dari sambal parutan kelapa.

Sayuran ini melambangkan banyak arti, Kangkung bermakna jinangkung yang bermakna membuat perlindungan. Bayam bisa disimpulkan dengan ayem tentrem. Taoge atau kecambah bermakna tumbuh. Kacang panjang bisa disimpulkan jadi pertimbangan yang jauh ke depan. Sedang bawang merah disimpulkan mempertimbangan semua hal dengan masak buruk baiknya. Serta yang paling akhir ialah bumbu urap bermakna urip atau hidup atau dapat menghidupi (menafkahi) keluarga

7. Cabe Merah

Hiasan cabe merah yang berupa kelopak bunga ini umumnya ditempatkan dibagian atas nasi tumpeng. Hiasan cabe ini melembangkan api yang memberi penerangan yang berguna buat orang lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar